Tampilkan postingan dengan label TIPS kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2011

10 Penyebab Nyeri Testis yang Tak Boleh Diabaikan

helo semua ...
di artikel kali ini saya akan berikan suat tips " jangan pernah abaikan neyri pada testis






Nyeri pada testis mungkin diabaikan oleh sebagian pria karena dianggap bisa hilang dan sembuh dengan sendirinya. Tapi ada beberapa nyeri testis yang tidak boleh diabaikan karena bisa pertanda penyakit yang serius.

Dilansir dari Howstuffworks, Senin (30/8/2010), berikut 10 penyebab nyeri testis yang tidak bisa dianggap enteng:

1. Testis pecah
Penyebab utama nyeri pada testis adalah pecahnya testis, terutama pada selaput pelindung yang mengelilingi testis yang dikenal sebagai albuginea tunika.

Testis pecah disebabkan oleh pecahnya membran yang menyebabkan darah bocor ke dalam skrotum. Hal ini biasanya disebabkan oleh cedera olahraga, kecelakaan atau benturan-benturan keras pada testis.

2. Batu ginjal
Nyeri pada testis juga dapat disebabkan karena orang mengalami batu ginjal. Meski rasa nyeri tidak berasal dari testis, tapi penderita dapat merasakan sakit seperti itu di bagian bawah.

3. Orkitis
Orkitis merupakan peradangan pada testis yang umumnya disebabkan oleh beberapa bakteri atau virus, seperti gondok, brucellosis dan PMS tertentu. Penderita orkitis biasanya akan mengalami demam, darah pada air mani dan peningkatan rasa sakit pada penis atau testis yang terjadi saat bergerak.

Orang yang mengalami orkitis harus segera mencari pengobatan dokter. Sayangnya, orkitis yang disebabkan oleh gondok (virus penyebab yang paling umum) tidak dapat diobati dan dapat menyebabkan kemandulan.

4. Spermatokel
Nyeri di testis juga bisa disebabkan oleh kista yang tumbuh di epididimis (tabung melingkar yang terletak di belakang setiap testis). Kista ini jinak dan mulai keluar sebagai akumulasi sel-sel sperma. Sering kali, kista sangat kecil dan tidak menimbulkan masalah. Namun kadang-kadang, kista tumbuh dengan ukuran beberapa sentimeter. Pada titik ini, pria mungkin merasa berat di testis, tidak nyaman atau bahkan rasa sakit.

5. Varikokel (Varicocele)
Varikokel merupakan varises yang terjadi pada testis. Penderita varikokel akan merasa ada cacing di testisnya ketika berdiri, tetapi akan hilang ketika duduk.

Kondisi ini adalah pembesaran pembuluh darah di skrotum yang membawa darah dengan sedikit oksigen kembali ke jantung. Bila katup dalam pembuluh darah tidak berfungsi baik, maka darah akan berkumpul di tempat-tempat yang tidak seharusnya.

6. Epididimitis

Epididimis adalah sebuah tabung melingkar yang terletak di belakang setiap testis. Jika terjadi peradangan disebut epididimitis.

Bila diluruskan, panjangnya bisa mencapai sekitar 6 m. Ini merupakan sistem penyimpanan dan pengiriman untuk sperma. Panjang tabung tidak hanya untuk menyimpan sperma, tetapi juga memberi waktu untuk sperma menjadi dewasa.

Penyebab paling umum adalah infeksi bakteri. Bakteri tidak mencapai epididimis melalui darah, tetapi bakteri biasanya masuk melalui uretra. Bakteri bisa berasal dua sumber, yaitu PMS seperti gonore (kencing nanah) dan klamidia atau berasal dari coliform (bakteri yang hidup di usus).

Ketika terjadi peradangan testis biasanya sedikit bengkak dan merah. Kondisi ini bisa sangat menyakitkan, terutama saat ejakulasi atau bahkan buang air besar.

7. Hematokel

Hematokel merupakan penumpukan darah pada rongga tubuh. Hal ini biasanya terjadi karena adanya pukulan langsung atau benturan keras pada testis, yang mengenai lapisan pelindung dan menyebabkan darah mengumpul pada lapisan tersebut. Hematokel hanya dapat disembuhkan dengan beristirahat dan bersantai, namun untuk keadaan yang parah mungkin memerlukan pembedahan.

8. Torsi testis
Torsi testis merupakan suatu keadaan yang mana saluran spermatika terpuntir sehingga terjadi gangguan dalam mendapatkan alirasn darah ke testis. Ini merupakan keadaan darurat dan jika tidak segera mencari pertolongan, pria bisa kehilangan testisnya.

9. Kanker testis
10 persen penderita kanker testis mengalami gejala yang cukup menyakitkan, testis terasa tidak nyaman dan berat, bahkan terlihat lebih besar dan bengkak.

10. Hernia inguinalis
Meskipun hernia cukup umum di kalangan pria, tapi banyak orang yang tidak benar-benar mengetahui apa itu hernia. Hernia bisa terjadi di semua bagian dari tubuh, tetapi umumnya ini terjadi di bagian jaringan lemak atau usus, seringkali di dinding perut.

Jika testis terasa sakit, ini merupakan pertanda orang menderita hernia inguinalis tidak langsung, yang terjadi di dekat lapisan paha. Mengapa testis sakit? Karena hernia mengambil rute yang sama dengan testis yang terjadi pada saat tubuh masih berbentuk janin.


6 Hal di Kamar Tidur yang Pengaruhi Kesehatan


Berbicara mengenai kulaitas tidur yang baik, erat kaitannya dengan kamar tidur yang sehat. Kamar tidur yang baik tidak hanya bisa mempengaruhi kesegaran, namun juga kesehatan serta kehidupan seks Anda.

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menjaga kamar tidur agar tetap bersih dan sehat. Seperti yang dikutip dari msn, berikut enam tips untuk dapatkan kamar tidur yang baik.

1. Bersihkan jamur
Jamur pada dinding kamar bisa menyebabkan penyakit, terutama bagi Anda yang mengidap alergi. Jamur seperti Aspergillus, yang bisa menjadi sumber penyakit pernapasan dan Cladosporium, jamur penyebab infeksi kulit dan kuku merupakan jenis jamur yang banyak ditemukan dalam dinding rumah tua.

"Mereka dapat memperburuk gejala alergi seperti hidung tersumbat, iritasi kulit dan mata," ujar David Fost, seorang ahli alergi dan imunologi di Verona, New Jersey.

Untuk menghindari penyakit-penyakit tersebut, Anda diwajibkan untuk memperbaiki atap atau dinding yang bocor, bersihkan area tersebut dengan larutan pemutih dan jaga kelembabannya tetap rendah (antara 40 dan 60 persen dengan menggunakan Dehumidifier atau pendingin ruangan (AC) yang dapat menghilangkan uap air di udara.

2. Hilangkan debu di tempat tidur
Menjaga kebersihan tempat tidur mulai dari sprei, selimut, bantal, hingga guling adalah hal yang penting. David Forst menyarankan agar tak lupa mencuci sprei setiap minggu dengan air panas dan juga menjaga kelembabannya.

3. Kurangi jumlah cahaya
Hal pertama yang disarankan oleh para ahli adalah, jangan menyalakan lampu terlalu terang di kamar tidur Anda. Bahkan para ahli menyarankan agar kamar tidur hanya diterangi cahaya bulan atau lampu dari jalanan.

"Melatonin, hormon yang mengontrol siklus tidur dan bangun Anda, akan keluar pada malam hari akibat merespon adanya kegelapan," jelas Samuel L. Krachman, direktur Sleep Disorder Center di Temple University Hospital.

Cahaya hanya mengganggu produksi hormon tersebut sehingga menyebabkan Anda sulit tidur. Bahkan paparan cahaya di malam hari tidak hanya berpengaruh pada kualitas tidur saja, tetapi juga pada tekanan darah, kadar glukosa dan kemampuan mengatur suhu tubuh. Krachman menyarankan, pada saat tidur sebaiknya matikan lampu kamar dan buka sedikit tirai untuk paparan cahaya bulan.

4. Hindari menaruh peralatan elektronik di kamar
Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa menaruh televisi, telepon tanpa kabel, laptop dan jam alarm listrik di kamar bisa berakibat buruk. Sebuah studi menjelaskan bahwa alat-alat tersebut dapat memancarkan frekuensi radio elektromagnetik yang bisa meningkatkan risiko kanker.

5. Jangan taruh dokumen pekerjaan di kamar
Seorang pakar dalam bidang stres dan trauma, Barbara Rubel setuju bahwa benda-benda yang berhubungan dengan pekerjaan sebaiknya tidak disimpan di dalam kamar tidur. Laptop, ponsel dan berkas-berkas pekerjaan di dalam kamar merupakan penyebab stres yang potensial.

6. Buat suasana kamar yang romantis
Bagi yang sudah menikah, pakar seks, Amy Levine menyarankan untuk menambah beberapa benda yang membuat Anda merasa percaya diri serta seksi di dalam kamar. Beberapa barang tersebut berbeda-beda untuk setiap orang, tapi Levine merekomendasikan kursi nyaman untuk alternatif tempat bercinta, bunga segar, dan juga sprei yang terbuat dari bahan satin yang seksi.


Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More